The S-Class That I Raised-Chapter 1

Reading Time: 5 minutes

Chapter 1: Reggression (1)

“…Hyung, apa kau baik-baik saja?” Ucap orang itu di lenganku. Sisi badannya terkoyak terbuka, isi organnya kelihatan keluar dan dia masih bisa bertanya kalau aku baik-baik saja atau tidak.

Nyawanya sudah diujung tanduk, tetapi wajahnya cuma kelihatan sedikit pucat dan tetap santai-sial, ngeselin banget. Aku duduk di tanah dan menatap adikku tanpa mengatakan apapun.

Dia yang selalu mengganggu hidupku. Dibandingkan dengan diriku yang payah, adikku terlalu hebat dan pintar. Sehingga banyak orang bilang padaku untuk diam dan tidak berulah, berhenti untuk terus bergantung di kakinya. Dan sekarang, akhirnya aku benar-benar melukainya sampai jadi seperti ini…. 

Ya, sebenarnya mereka tidak salah juga. 

Tapi ya.. 

“Kenapa kau ada disini?”

Suara ketus keluar dari mulutku tentang subjek lama ini.

Setelah semua ini, kenapa malah datang ke tempat sialan ini buat bikin ribet?

Sebelumnya, kami jarang akur. Setiap kali bertemu satu sama lain, hanya tinggal hawa dingin yang ada. Ketika tulang kakiku patah, dia bahkan tidak menjengukku ke rumah sakit sama sekali. Saat aku pergi ke tempatnya meminta bantuan untuk menyembuhkan kakiku yang pincang, dia menolakku dengan dingin dan mengusirku keluar. Hari itu, setelah ditendang keluar dan dipaksa untuk menerima uang yang dia berikan. Aku tidak pernah berbicara dengannya lagi.

Sekarang dia tertawa getir setelah mendengar pertanyaanku.

“Kenapa kau kesini, sih, sialan.”

Walaupun aku sudah tahu kalau dia tipe manusia kurang bersyukur ke orang yang sudah merawatnya, sumpah serapah tetap keluar dari mulutku. Dia punya masa depan yang cerah, tapi sekarang dia malah rela mempertaruhkan nyawanya demi aku_keluarganya yang tidak berguna. Dasar orang gila sialan.

Sejak kapan kita sangat dekat sampai aku harus peduli? Kalaupun dia mati dan muncul di berita, mungkin aku hanya akan menyumpahinya beberapa kali dan melupakannya setelah itu.

Tapi apa yang sudah kamu lakukan sekarang? Kenapa malah menyelamatkanku?

Aku marah. Marah pada diriku sendiri yang payah dan bodoh, bukan padamu.

Iya, aku memang selalu menjadi kakak lelaki yang payah. Bahkan di situasi ini, aku hanya bisa mengomel karena iri, kesal dan tidak becus.

Jadi biarkan saja aku mati di pojokan dungeon! Kenapa kau malah datang?!

“Dengarkan aku, Hyung.”

Ucap anak itu, menghindari pertanyaanku.

“Rauchitas akan tertidur setiap lima jam. Jika kamu bersembunyi satu jam lagi, mereka akan tertidur dengan sendirinya. Setelah itu kamu harus pergi ke pintu keluar dungeon. Aku sudah mengatasi semua monster level rendah yang lain, selama kamu tidak menyentuh Rauchitas, kamu akan aman.”

Dia kemudian menyodorkan batu biru kecil kearahku. Itu adalah Gate Stone yang akan membawaku keluar dari dungeon yang sudah tertutup. Item itu sangat langka dan hanya bisa digunakan sekali oleh satu orang saja.

Aku tidak mengambil Gate Stone-nya dan berpura-pura tidak peduli.

“Bagus untukmu. Sekarang gunakan itu.”

Dia tertawa pada kalimatku.

“Aku punya bagianku. Aku tidak menggunakan ini.”

Sekarang setelah kamu menjadi Hunter terkuat di Korea, kamu membawa beberapa Gate Stone yang langka itu kemana-mana, begitu? Aku dengan ragu menerima item itu.

Hanya setelah itu matanya lepas dariku dan melihat ke arah lukanya. Kalau itu bukan dari kekuatan skill-nya, dia seharusnya sudah lama jatuh dan mati.

“… Kamu memiliki Gate Stone, apa kamu juga punya sesuatu seperti ramuan?”

“Tidak, aku tidak ada. Aku punya sedikit ramuan, tapi aku pikir itu tidak akan bekerja. Cakar Rauchitas punya kutukan kuat.”

Dia tertawa lagi. Aku tidak mengerti kenapa dia masih bisa santai disaat seperti ini. 

Namun ketenangan itu akhirnya mencapai batasnya. Lututnya ambruk dan tubuhnya jatuh ke depan. Aku secara reflek menangkap tubuh bagian atasnya.

Bau darah yang tidak aku sadari sebelumnya menusuk hidungku. Rasanya tidak enak.

Aku pikir kalau aku sudah terbiasa dengan aroma darah setelah memasuki dungeon, tetapi itu tetap membuatku jatuh ke lututku. Aku merasa mual.

Aku berpikir untuk mendorong jauh tubuh yang ada di lenganku dan kabur.

“…Hey.”

Aku sulit mendengar suara nafasnya.

Tidak ada respon.

Dia bahkan sudah tidak tersenyum lagi.

“..Apa kau sudah mati?” Suaraku bergetar. Ini bukan urusanku mau bocah sialan ini mati atau tidak.

“Han Yoohyun. Apa kau sudah mati?”

Sialan, dasar bocah bodoh. Bahkan kalau aku berhasil selamat, aku hanya akan dicaci dan dimaki habis-habisan oleh orang-orang. Pasti banyak orang yang ingin balas dendam padaku karena sudah membunuh adik laki-lakinya yang brilian ini sendiri.

“Kau benar-benar mau menggangguku sampai akhir ya?”

Aku bergumam dengan lirih.

Hingga hari ini, dia terus menggangguku di semua hal yang aku lakukan. Sekarang, aku juga harus hidup dengan bersembunyi? Ini benar-benar parah.

[Efek dari gelar ‘Caregiver’ diaktifkan. Durasi dari Skill tambahan Caregiver (Balas Budi Terakhir) adalah 1 jam. Skill dan ability dari Awakened ‘Han Yoohyun’ telah ditransfer dengan efek dua kali lipat!]

Tampilan notifikasi muncul, mengkonfirmasi kematian adikku. Ini adalah sub-skill dari gelarku, Ketika target yang sudah aku berikan boost buff untuk skill-nya mati, maka skill dan stat mereka akan tertransfer padaku untuk waktu satu jam.

Dan dengan efek dua kali lipat.

Ketika kekuatannya mulai mengalir ke dalam tubuhku, bersama dengan itu, ingatan adikku juga mengalir masuk.

‘Hyungku F-rank Awaken.’

Dasar bocah sialan ini, bahkan hingga sampai akhir-

‘Jadi dia tidak bisa terlibat denganku.’

Yoohyun berbicara dengan seseorang. Dia terdengar sedikit sedih.

‘Hubungan kami sudah rusak, tetapi kedepannya aku harus menjaga jarak lebih jauh lagi. Karena Awaken yang bisa menjadi Hunter tidak akan mendapat perlindungan hukum seperti orang biasa.’

‘Kalau hyungku menjadi kelemahanku, pasti para bajingan itu akan menjadikannya target.’

… Siapa itu “mereka”?

‘Sialan, kenapa kalian tidak bisa menghentikan mereka sebelum dia jadi terluka seperti itu?! Singkirkan mereka semua!, Semua orang yang membuat kaki hyungku menjadi seperti itu!.’

Itu waktu ketika kakiku patah. Dia kelihatan marah dan kemudian dia sedih lagi.

‘Tidak. Beritahu dia… kalau aku tidak mungkin memberikannya bantuan healer… Itu akan lebih baik untuknya. Usir dia keluar dan hanya berikan dia dukungan finansial… Katakan seolah-olah aku tidak punya pilihan lain karena dia adalah hyungku…’

‘Hyung, maafkan aku.’

‘Maaf..’

‘Kumohon jangan pergi ke dungeon lagi, hyung’

‘Hyung’

Ingatan dari saudaraku terasa mencekik tenggorokanku. Tempat ini terasa begitu sunyi, tetapi suara dari panggilan ‘Hyung’ masih terus menyakiti telingaku. Tubuh yang ada di lenganku dingin dan kaku.

Aku merasa diriku bisa gila.

Teganya kau seperti ini padaku sampai akhir. Kau pikir dirimu siapa mencoba melindungiku? Yang jadi kakak itu aku. Aku yang dari kecil sudah kehilangan orang tua, dikeluarkan dari sekolah dan membesarkanmu sendirian.

“Dasar sialan! Dia pikir aku akan menyesal?”

Ini salahmu karena tidak mengatakan apapun.

Aku dengan perlahan membaringkan tubuh adikku yang dingin dan kaku ke tanah. Wajahnya terlihat tenang. Seakan hanya dia yang sudah menemukan kedamaian. 

“Aku tidak akan menangisimu.”

Hingga akhir, anak egois ini benar-benar hanya melakukan apa yang dia mau, kenapa juga aku harus menangis untuknya? Aku hanya akan menyia-nyiakan air mataku.

Aku berdiri dan melihat ke layar status, aku melihat bertambahnya skill muncul di statusku. Mereka semua top tier, dengan double buff di atasnya.

Tawa terlepas dari mulutku.

Hanya satu jam. Dengan nyawa adikku, aku menjadi orang terkuat di dunia.

“Sial, apa yang bisa aku lakukan hanya dalam satu jam?”

Han Yoohyun, sang Black Flame Emperor, meski hidup 40 sampai 50 tahun lagi, pasti lebih berguna. Bahkan walau ketika dia sudah menjadi pria tua, dia pasti masih lebih kuat dariku. Bagaimana bisa hanya dalam satu jam, sekali pakai kekuatan ini bisa dibandingkan? 

“Dasar bodoh, bocah bodoh sialan itu.”

Aku sampai meneteskan air mata karena kebodohannya.. Julukan “jenius” benar-benar sia-sia untuknya. Dia orang paling bodoh di dunia.

“Giant Shield”

Segera setelah aku mengaktifkan skill, cahaya emas lembut menyelimuti tubuhku. Aslinya, pelindung ini tidak bisa menahan dari cakar Rauchitas, tetapi karena sekarang item ini mendapatkan double buff, aku bisa bertahan bahkan jika aku digigit oleh makhluk itu sendiri.

“Ini, semua untukmu. Jadi aku akan membalaskan kematianmu.”

Aku berjalan perlahan di celah dinding di mana aku bersembunyi. Aku bisa melihat monster besar itu muncul di ujung ruangan besar.

Rauchitas, rank-1 Dragonkin. Raja Naga Racun dan Kutukan. Monster itu hanya muncul dua kali sejauh ini dan keduanya dianggap sebagai tidak mungkin dapat diselesaikan sehingga mereka hanya menghabiskan waktu hingga gerbang dungeon tertutup.

Naga merah dengan tiga kepala melihatku. Dari ketiga kepalanya, bagian tengah matanya telah terbakar. Rauchitas sangatlah kuat, tapi sepertinya tetap tidak bisa memulihkan diri dalam waktu yang singkat dari luka yang dibuat oleh Blood Flames milik Yoohyun.

Yeah, adik laki-lakiku memang luar biasa dan sekarang aku punya double skill hebat milik adikku.

Sial, kau sudah mati.

.

.

Chapter 1: Regression (1) – selesai.

-TL Notes-

Semoga kalian menikmati chapter ini. Kedepannya akan ada foto-foto untuk ilustrasi.

Eksplorasi konten lain dari Bacaan Besty

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca