The S-Class That I Raised-Chapter 12

Reading Time: 7 minutes

Chapter 12: The Second S-Class (1)

Cuaca hari ini agak panas dari kemarin. Aku berjalan menyusuri Stasiun Myeongdong, dengan ice cream di mulutku.

Barbeque dekat Stasiun Myeongdong.

Itu adalah satu-satunya petunjuk yang aku tahu untuk menemukan Ice Witch, Bak Yerim.

“Permisi, apa ada murid bernama Bak Yerim tinggal di sini?”

“Tidak, tidak ada yang memiliki nama itu tinggal di sini.”

Titik buntu yang lain. Aku menandai X di atas map di dalam handphoneku. Aku sudah mengecek seluruh tempat di jalan ini, jadi aku rasa aku akan pergi ke sisi lain. Di sana punya lebih banyak barbeque restoran dari yang kukira.

Sambil aku menggigit es krimnya hampir habis, aku melirik ke belakang. Aku melihat Kim Sunghan mengikutiku dari belakang, menggunakan outfit anehnya yang panas dan tidak sesuai dengan cuaca. Aku mau membantunya menjadi kelas S, tapi aku masih belum menemukan cara untuk melakukan itu.

Kasus Yoo Myeongwoo terjadi karena keberuntungan, tapi bagaimana aku bisa menemukan alasan untuk mengatakan ke lelaki itu kalau aku menyayanginya? Mungkin aku harus mensetting sesi minum-minum?

‘Mungkin aku bisa berpura-pura kalau aku mabuk dan menyatakan cinta adalah kebiasaan normalku?’

Tentu saja hanya dengan mengatakan kata kunci tidak cukup, dia harus merasakan sesuatu juga. Jadi pertama-tama aku harus bisa lebih akrab dengannya. Bagaimana caranya bisa akrab? Mungkin alkohol adalah jawabannya. Apa dia suka minum?

Aku melewati jalan dan menuju ke restoran barbeque yang berada di ujung. Berpikir tentang alkohol membuat mulutku berair ditambah dengan wangi daging yang dipanggang. Menu yang ada di dinding menunjukkan kalau mereka juga menyajikan gopchang dan makchang.

Gopchang enak, gemuk dan kenyal, crispy seperti permen katun, kemudian sambil minum bir dingin! Samgyeopsal dengan soju juga enak, tapi aku lebih suka gopchang. Aku mau makan gopchang. Ini masih terlalu awal, tapi waktu yang sesuai untuk makan malam. Apa aku perlu makan dulu dan lanjutkan pencariannya nanti? 

Ketika aku menghampiri restoran barbeque dengan batang es krim di mulutku,

“Jadi Ini semua salahku, hah?!”

Dengan teriakan keras, pintu kaca tiba-tiba terbuka. Lonceng kecil yang ada di pintu bergoyang kencang seakan mau jatuh. 

“Itu semua karena perbuatan Bak Sucheon sialan!!”

“Siapa kau pikir dirimu berteriak seperti itu?! Kembali ke sini!”

Seorang gadis muda dengan pakaian olahraganya menerobos keluar memandang tajam ke orang yang ada di dalam. Wajahnya penuh dengan emosi, tapi satu hal yang aku kenal. Itu Bak Yerim, kan?”

“Hei, kau-”

“Mati saja kalian semua!”

Bak Yerim menyaut dan kemudian pergi berlari. Kau mau ke mana? Tunggu!.”

Aku langsung ikut berlari menyusul gadis yang cepat menghilang. Dia cuma anak SMP dan aku orang dewasa, ditambah lagi aku lah yang awaken sebagai F-rank, jadi aku harus cepat menyusulnya… Kenapa dia bisa lari sangat cepat?

‘Apa dia sudah menjadi awaken? Ah, hati-hati, ada mobil!’

Aku mulai melambat ketika ada mobil yang menghalangi jalanku, dan jarak yang sudah dekat mulai menjauh lagi. Seharusnya aku menggunakan sarung tangan dan sabuk spesialku. Jika saja aku tidak melepasnya karena panas, aku pasti sudah bisa mengejarnya sekarang. 

Setelah kak mobilnya lewat aku menyeberangi jalan dan lari ke arah yang dituju Bak Yerim.

Tidak beberapa lama aku mencapai bawah bukit, diantara pepohonan aku melihat seorang gadis yang duduk di tanah sembarangan. 

‘Aku harus mengkonfirmasinya dulu.’

Dia mungkin orang lain. Aku menggunakan Bibit Yang Berpotensi dan walaupun dengan jarak ini, layar statusnya muncul.

[Non-awaken-Bak Yerim

Awaken Potensi Stat: A-S

Optimal Awal Skill:

Hari Tanpa Bayangan (SS)

Sepatu Hermes (S)

Mayat Putih (S) ]

Aku sudah menduga kalau potensi awakennya bisa menjadi S-rank, tapi melihat kalau dia juga memiliki SS-rank, sedikit mengejutkan.

Tetapi lebih dari yang lain..

‘Semuanya tidak ada hubungannya dengan Ice skill]

Semua optimal awal skill miliknya adalah sesuatu yang tidak pernah aku dengar sebelumnya, walaupun dia terkenal sebagai Ice Witch. Fakta itu sendiri sudah mengejutkan, benar-benar tidak terduga.

Dia bisa menjadi terkenal untuk skill yang bahkan tidak sesuai dengannya? Seberapa jenius dia? Aku sangat iri.

‘Tapi dari skill-skill itu.. Aku sama sekali tidak tahu apa yang bisa mereka lakukan.’

Sepatu Hermes mungkin ada hubungannya dengan kecepatan dan kelincahan, tapi aku tidak bisa mengira-ngira untuk Hari Tanpa Bayangan atau Mayat Putih. Sayangnya skillku tidak bisa menunjukan detail dari skill.

Aku hanya bisa berharap kalau itu buka skill support/ Tapi dengan statnya yang kelas S-

“Han Yoojin.”

Ah, gezz! Aku terkejut ketika Sunghan tiba-tiba berada di sampingku. Dari ekspresinya seakan mengatakan apa yang sedang aku lakukan.

“Aku merasakan energi kuat dari murid itu. Aku akan mendekatinya. Tolong tunggu di sini.”

Mengatakan kalau aku bisa merasakan energi kuat membuatku terdengar seperti anggota sekte. Sunghan melihat ke arah Bak Yerim dan perlahan mengangguk.

Oke. Sekarang bagaimana caraku mendekatinya? Aku berusaha memutar otakku sambil perlahan berjalan ke arah Bak Yerim.

Gadis kecil itu terlihat duduk membelakangiku, jadi aku tidak bisa melihat ekspresinya. Tapi aku bisa merasakan kesedihan mendalam hanya dari postur badannya. Punggungnya membungkuk dan dia terlihat menyedihkan.

“Hei yang di sana, bisa kita bicara sebentar?”

Aku berbicara dengan nada terlembut yang bisa aku keluarkan. Aku bukan orang yang berbahaya, sumpah. Tolong percaya padaku.

Bak Yerim menengok melihatku. Dia tidak menangis, tapi matanya memerah. Ada bekas merah di bibirnya juga karena digigit secara keras.

“Hai, aku-”

“Aku tidak butuh sugar daddy”

“Bukan karena itu aku kesini!”

Kau anggap apa aku?

Suasananya, yang serasa setipis es, pecah secara instan. Kenapa suasananya malah belok ke arah ini?

“Kamu Bak Yerim, kan?”

Mendengar kata-kataku, dia langsung berdiri. Lalu melemparku tatapan curiga.

“…Apa kau stalker?”

“Nggak, aku bukan!”

Bukan cuma sugar daddy, sekarang aku juga dituduh jadi stalker?! Dunia ini benar-benar tidak adil. Bahkan sebelum aku kembali ke masa lalu, namaku bersih dari hal-hal seperti itu. Ya, walaupun aku berantakan di hal yang berbeda.

“Aku, itu, aku orang yang punya hutang budi ke orang tua, waktu dulu sekali.

Aku memutuskan untuk menggunakan ‘kita punya hubungan yang tidak kau tahu’ pendekatan ini lagi. Dia masih terlihat waspada untuk terbuka jika aku mengatakan kalau aku mau menawarinya kerja-sama.

“Aku masih di pertengahan dua puluhan, kau tahu?”

“Apa kau sudah ikut wajib militer?”

“..Yeah”

“Kalau begitu kau pria tua”

..Tidak menjadi awaken dan harus wajib militer sudah cukup buruk, tapi ini sudah keterlaluan. Hanya memikirkan kalau aku harus bergantung pada perlindungannya sudah membuat diriku sakit perut.

Dia punya kepribadian yang kuat walaupun masih bocah.

“Apapun itu, aku mau men-supportmu.”

“Jadi kau ternyata benar seorang sugar daddy! Petugas!”

“Aku bukan!, aku sudah bilang kalau aku bukan! Lihat, ini lisensiku sebagai hunter dan ID guildku.”

Aku dengan cepat mengeluarkannya dari dompetku dan menunjukannya. Bak Yerim menaikan alisnya dan melihat kartu-kartu itu.

“Apaan ini? Kau F-rank. Kau kelihatannya kesulitan untuk mensupport dirimu sendiri, apalagi mensupport orang lain.”

…Bocah ini benar-benar tahu cara memukul titik yang paling sakit.

“Bisa nggak, paling nggak coba cek ID guildnya.”

“Haeyeon Guild? Itu nama terkenal.”

“Iya, kau tahu ketua Haeyeon Guild, Han Yoohyun? S-rank hunter? Dia adik laki-lakiku.”

Bak Yerim memberiku tatapan kaget dan memperhatikan aku lagi.

“Oppa yang bener-benar tampan itu? Kalian tidak terlihat mirip.”

“..Jadi dia ‘oppa’ bagimu, huh?”

“Dia bahkan tidak ikut wajib militer.”

“Kelas S kan dikecualikan dari wajib militer.”

“Kalau begitu akan aku ganti jadi ‘oppa mampu’”

..Ini lebih sakit karena itu benar. Tetap saja, mungkin dia merasa sedikit kasihan padaku karena dia menambahkan, “Sebenarnya, setelah aku perhatikan lebih dekat, kalian memang ada kemiripan.”

“Memiliki adik yang mampu dan berguna juga. Jadi jangan memasang wajah sedih, ahjussi.”

“Kapan aku begitu.”

“Wajahmu terlihat seperti baru saja keluar merayap dari lumpur setelah lima tahun.”

Apaan ini? Apa dia punya kemampuan membaca pikiran atau semacamnya?

“Mari kita kesampingkan hal itu dulu. Aku bisa membuatmu menjadi seorang awaken.”

“Seorang awaken?”

Mata Bak Yerim menyala dengan tertarik. Bisa menjadi awaken adalah pekerjaan yang populer saat ini. Jadi itu populer dikalangan anak-anak juga. Tentu saja, kalau mereka kelas C keatas. Seperti pekerjaan yang lainnya, bagian bawah tidak dianggap.

“Iya. Skillku bisa menjadikan orang lain menjadi seorang awaken. Ditambah, dengan ketua guild yang mendukungku, aku bisa membantumu untuk beradaptasi.

“Tapi apa artinya kalau akhirnya aku menjadi F-rank sepertimu?”

“Jangan khawatir. Rank mu paling tidak bisa di B-rank.”

Dari kata-kataku yang percaya diri, dia memiringkan kepalanya.

“Kau bisa tahu sampai hal itu juga?”

“Bisa, walaupun ini masih rahasia.”

“Gimana kalau aku tidak mau menjaga rahasianya? Kau benar-benar tidak berhati-hati untuk sesuatu yang kamu anggap rahasia.”

“Itulah guna adanya kontrak. Kau hanya bisa menjadi awaken setelah menandatangani kontrak denganku. Jika kau menolak dan menyebarkan itu, siapa yang mau percaya? Kamu juga tidak punya bukti.”

Di luar sana ada banyak rumor yang membicarakan bagaimana seseorang bisa menjadi awaken. Jadi meskipun dia mengatakan tentang skill yang bisa membangkitkan awaken, itu tidak akan menyebabkan banyak perubahan. Sudah banyak penipu yang mengklaim hal serupa, jadi mungkin dia akan dicurigai sebagai salah satunya.

Setelah waktu berpikir dengan mengerutkan dahinya, akhirnya Bak Yerim berbicara.

“Kalau aku menjadi awaken, apa aku bisa hidup sendiri? Aku tidak mau tinggal bersama pamanku lagi.”

“Kamu bisa menjadi mandiri. Setelah Dungeon Shock Pertama, ketika banyak anak dibawah umur yang muncul sebagai awaken, mereka membuat hukum khusus.

Mulai dari umur 14, selama kamu tetap di dungeon level 2 atau dibawah rank mu, kamu bisa memiliki hak yang sama dengan hunter dewasa. Secara kata lain, kamu bisa ikut bergabung dengan guild tanpa perlu izin dari wali. Haeyeon Guild punya asrama, jadi kamu bisa langsung pindah ketika sudah mendaftar sebagai hunter.”

Permasalahan anak dibawah umur yang masuk ke dungeon masih menjadi kontroversial. Hukum itu terasa problematik dari sudut pandang etis, tapi ketika dungeon pertama kali muncul, saat itu sangat sedikit yang menjadi awaken. Dan dengan dungeon yang bermunculan dimana-mana, mereka tidak ada pilihan lain, selain bergantung pada anak-anak.

Batasan yang diperbolehkan anak dibawah umur untuk masuk ke dungeon dua lebih lebih rendah dari level mereka juga menjaga angka kematian anak dibawah umur rendah. Batasan ini akan diangkat setelah bisa menyelesaikan 10 dungeon tanpa kecelakaan atau ketika sudah mencapai umur 18 tahun.

‘Setelah Awakening Center didirikan dan angka awaken bertambah, mereka akhirnya menaikkan batasan umur untuk memasuki dungeon.’

“Tapi bukannya akan merepotkan kalau kamu tidak ada wali? Kamu masih kecil-”

“Nggak, terima kasih. Lebih baik tidak punya wali. Kalau masih tetap seperti ini, lagian aku akan berakhir dengan kabur.”

Ucap Bak Yerim murung. Kabur? Apa dia benar-benar melakukan itu? Aku pikir aku mungkin pernah menonton interviewnya atau yang lain.

“Apa pamanmu memperlakukanmu buruk?”

“Kecuali ketika aku pergi ke sekolah, dia mempekerjakan ku sampai ke tulang-tulang tanpa memberiku uang sepeserpun. Dia mengambil semua uang orang tuaku, tapi dia malah menggunakanku sebagai alasan dan bertingkah seperti orang baik hati yang mengurus anak yatim piatu! Dia bahkan menjual apartemen untuk membuka restoran barbeque itu! Dan berpura-pura sebagai orang baik di hadapan orang lain.”

Suaranya, yang awalnya terdengar marah, berakhir dengan nada serak menahan tangis. Ketika ada hubungannya dengan uang, sebagian orang akan memilih untuk membuat keluarganya sendiri tanpa pikir panjang. Tapi tetap saja, jika dia mengambil warisannya juga, paling tidak seharusnya dia merawat anak ini dengan baik. Ini sudah kelewatan.

“Kalau kau mau, aku bisa membantu secara legalitas juga.”

Kebanyakan guild memiliki pengacaranya sendiri. Begitu juga Haeyeon Guild, mereka pasti mau untuk mengambil kesempatan untuk membantu apapun yang berhubungan dengan S-rank awaken dari guild.

“Nggak, aku nggak mau berhubungan dengannya lagi.”

“Oke, kalau itu maumu. Terus berdiri disini dan berbicara agak melelahkan kan?, walaupun ini masih terlalu cepat, bagaimana kalau kita makan malam dulu?”

Aku masih perlu berbicara lebih banyak lagi sebelum aku menggunakan skillku.

“Aku rasa kamu tidak suka gopchang.. Jadi, apa yang mau kamu makan?”

“Nggak, aku suka itu. Cuma, makanan di restoran pamanku tidak enak. Di sekitar sini, ada restoran terkenal, jadi ikuti aku. Itu agak sedikit mahal, sih. Apa nggak apa-apa?”

“Tentu saja, nggak apa-apa. Pesan apapun yang kamu mau!.”

Aku punya kartu dari Haeyeon Guild. Aku membawanya dengan alasan akan menggunakannya untuk menghibur para potensial kelas A keatas yang aku temukan. Jadi silahkan dan makan sepuasnya sampai tempatnya roboh juga tidak apa-apa, tidak ada masalah! 

.

.

Chapter 12: The Second S-Class (1) – Selesai.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bacaan Besty

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca